FAKTA-FAKTA SEPUTAR PENGOBATAN TRADISIONAL

Bilamana Anda ataupun salah satu anggota keluarga Anda didianogsis menderita penyakit yang kronis, Anda biasanya langsung mencari obat-obatan modern sebagai salah satu jalan mengobati penyakit Anda. Obat-obatan modern yang sarat dengan bahan-bahan kimia memang terbilang cepat untuk mengobati atau paling tidak dalam istilahnya meredakan sebuah penyakit, akan tetapi banyak sekali efek samping yang akan Anda tanggung selama Anda mengonsumsinya. Hal ini tentu saja bukan sesuatu yang dijadikan rekomendasi lagi sekarang ini.

Kebanyakan orang sudah tidak begitu percaya lagi yang namanya kinerja obat-obatan modern tersebut. Efek samping yang didapatkan dari obat-obatan modern tersebut memang terhitung langsung atau cepat, akan tetapi tingkah kesembuhannya cenderung kecil. Mereka sekarang beralih ke oba-obat yang dibuat dari berbagai tanaman yang memang sudah terbukti ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. 
Jenis tanaman obat ini sangat banyak sekali yang jauh lebih efektif dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit kronis. Salah satu penyakit kronis yang bisa sembuh akibat dari tanaman obat adalah radang sendi. Penyakit ini dahulunya diobati dengan satu obar bernama Vioxx. Obat ini sempat terkenal di hampir seluruh penjuru dunia sebagai obat paling manjur untuk radang sendi. Tetapi, beberapa dekade tahun kemudian, satu hal yang sangat mengejutkan terjadi. Vioxx ditarik dari peredarannya karena meningkatkan resiko adanya komplikasi kadriovaskular. Maka semenjak itu tidak ada lagi obat-obatan modern yang bisa menyembuhkan radang sendi sehingga akhirnya muncullah berbagai tanaman obat-obatan yang mempunyai efek yang mengharukan pada penderita radang sendi tersebut. Mereka kemudian bisa sembuh dari penyakit yang menyiksa ini dengan bantuan obat tradisional tersebut. 
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meneguhkan bahwa obat tradisional atau obat herbal dapat menjadi salah satu solusi pengobatan yang aman dan tanpa resiko. Sebaliknya Anda mungkin juga pernah mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri pengalaman beberapa orang yang mengonsumsi obat tradisional dan gagal memperolah kesembuhan yang diharapkan. Bahkan ada yang merasa bahwa penyakitnya pun semakin parah. 
Kemudian setelah memikirkan hal-hal itupun, mungkin Anda merasa kebingungan. Tapi, reaksi seperti itu adalah merupakan suatu kewajaran. Untuk itu buatlah pertimbangan dan keputusan yang baik, Anda perlu mengetahui fakta-fakta terpenting seputar hal terkait. Hal ini yang sama berlaku dalam pertimbangan Anda untuk memutuskan apakah ingin menjalankan pengobatan tradisional atau tidak sama sekali. 
Ada suatu pertanyaan yang harus dijawab, yaitu situasi apa yang tidak memungkinkan seseorang mengonsumsi obat herbal? Pertama, adalah orang-orang yang minum obat herbal tertentu hendaknya berhati-hati waktu hendak menjalani prosedur medis yang membutuhkan anestesi. Dr. John Neeld, presiden Perkumpulan Anestesiolog Amerika, menjelaskan," Berdasarkan pengalaman, telah dilaporkan bahwa beberapa jenis tanaman obat populer, termasuk gingseng, dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Hal itu dapat berbahaya sewaktu anestesi diberikan." Ia menambahkan, "Tanaman obat lainya, seperti ginkgo biloba dan jahe dapat mengganggu anestesi epidural yang diberikan. Jika ada pendarahan dekat saraf tulang belakang, kelumpuhan bisa terjadi."
Para kalangan ahli anestesi Amerika merekomendasikan para pasiennya untuk menghentikan menggunakan obat tradisional tertentu setidaknya dua pekan sebelum operasi. Anjuran tersebut diberikan mengingat adanya kemungkinan resiko interaksi obat tradisional dan obat anestesi, termasuk peningkatan peluang terjadinya peningkatan tekanan darah atau perdarahan selama terjadinya operasi. Kedua, perempuan hamil dan menyusui khususnya harus waspada akan resiko yang dapat diderita oleh si ibu dan bayinya akibat menggunakan obat herbal tertentu atau mengombinasikannya dengan obat konvensional tertentu.
Pertanyaan kedua apakah semua orang cocok untuk obat-obatan tradisional?
Salah seorang dokter yang menekuni pengobatan tadisional dan tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembangan Kesehatan Tradisional Timur, Prapti Utami, mengatakan, "Herbal tidak bisa diminum sembarangan karena respon tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain." Jati belanda yang dikenal sebagai pelangsing alami tubuh, misalnya, tidak cocok digunakan pada penderita gangguan lambung karena memiliki efek mengiritasi lambung. Contoh lain, daun sirsak juga dapat meningkatkan asam lambung bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama sekali. 
Anda perlu mencari tahu bagaimana khasiat dan efek samping obat tradisional tertentu yang Anda minati, lalu periksalah apakah obat tradisional tersebut cocok untuk kondisi tubuh Anda atau tidak. 
Obat tradisional tidak secepat obat kimia. 
Sekali lagi, Anda perlu memeriksa situasi Anda. Pada kasus darurat seperti pendarahan, obat kimia lebih baik digunakan karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit. Hal yang sama berlaku untuk penanganan pasien pada kasus penyakit akut seperti kanker stadium akhir karena bersifat darurat, pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif lebih cepat prosesnya. Tidak seperti obat kimia yang bekerja dengan mengatasi gejala, obat tradisional bekerja dengan berpusat pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni pada lingkup sel, jaringan, serta organ-organ yang bermasalah sehingga diharapkan bahwa pada akhirnya tubuh sendirilah yang akan berperang melawan penyakit. Itulah sebabnya, reaksi obat tradisional tidak secepat obat kimia. Artinya, pada situasi darurat yang mengancam kehidupan, obat tradisional tidak dapat digunakan.